Pages

Subscribe:

Rabu, 02 Maret 2011

Penyebab Kerusakan Pada Harddisk


             Suatu saat anda mendapati Harddisk anda tidak terdeteksi oleh BIOS,padahal anda tidak mengubah kedudukan harddisk,anda tidak mencopot atau mengubah posisi kabel IDE dan kabel power yang terpasang pada harddiskBahkan anda tidak membuka casing PC anda untuk mengotak-atik komponen yang terpasang.
          Perlu diketahui,  kerusakan pada harddisk terjadi tidak harus melalui benturan keras atau kontak langsung dengan komponen yang membuat kerusakan fisik pada harddisk.Berikut beberapa penyebab kerusakan harddisk yang sering saya temui :

Musuh Utama Komputer Adalah PANAS.
a. Faktor suhu sering kali ditemui pada PC yang sirkulasi udara didalam casing CPU kurang bagus,ini akan berakibat buruk pada umur dari komponen dari computer anda.Harddisk adalah salah satu komponen yang sangat sensitive terhadap Suhu yang extreme.Jika panas harddisk sangat tinggi,pembacaan data pada harddisk akan kacau.Jika ini berlangsung lama,umur harddisk akan menjadi pendek
b. Untuk mengurangi resiko kerusakan pada harddisk karena perbedaan suhu,tindakan yang dapat anda lakukan adalah:
c. Jangan menutup lubang udara yang terdapat pada casing CPU.Anda dapat menambahkan fan Cassing,atur sirkulasi udara didalam casing CPU dengan benar,
d. Anda dapat memasang Fan Harddisk yang dengan mudah dapat anda cari di toko computer.

Guncangan Ketika Harddisk On
a. Ketika harddisk dalam keadaan off goncangan pada harddisk akan berakibat pada kerusakan fisik,kita dapat mengurangi resiko dengan membungkus harddsik dengan kain atau spon yang lembut dan tebal.
b. Jika guncangan terjadi saat harddisk dalam keadaan On atau ketika harddisk bekerja,kerusakan akan berakibat sangat fatal.Guncangan tersebut membuat head harddisk bagian-bagian magnetic disk.Padahal,disk tersebut berputar sangat cepat.Akibatnya,jalur pada FAT atau directory akan rusak.Kenapa jalur pada FAT atau directory yang rusak?karena keduanya menrupakan bagian rawan yang sangat peka terhadap gunjangan.

Komponen Harddisk Rusak
Walaupun kekuatan komponen-komponen pada harddisk sangat tergantung pada kulitas pabrikan,tetapi cara penggunaan atau pemakaian harddisk merupakan hal yang paling berpengaruh pada umur komponen-komponen harddisk.Misalnya,pada saat memakai harddisk kita tidak melakukan procedure parkir sebelum mematikan PC,sehingga posisi head berada di posisi sembarang.Jika head berhenti dan menyentuh permukaan disk tempat data atau system disimpan ,bisa dipastikan lapisan magnet penyimpan data tersebut akan rusak.
Sekali lagi,musuh utama pada computer adalah panas,penggunaan harddisk secara terus menerus akan menimbulkan panas yang berlebihan pada harddisk itu sendiri,sehingga komponen-komponen yang terdapat pada harddisk akan lebih cepat rusak.Jadi,gunakan procedure penggunaan PC dengan benar agar PC anda beserta komponen yang terpasang akan dapat digunakan lebih lama.

Memilih Motherboard untuk PC Rakitan


              Jika anda ingin membeli PC rakitan, ada baiknya mengetahui dulu arsitektur & periferal yang menentukan dari sebuah PC. Perangkat terpenting PC sebetulnya adalah Motherboard (atau Mainboard). Sebegitu pentingnya perangkat ini, hingga dinamakan sebagai “Mother”. Ini artinya Motherboard adalah sebuah perangkat utama yang menjadi platform/dasar dari sebuah PC.
Dapat dikatakan, sebuah PC sebetulnya dibangun dan memiliki spesikasi sesuai dengan Motherboard yang digunakan. Semua devices & periferal seperti Processor, RAM, Hard Drive, VGA Card sampai ke Mouse/Keyboard semuanya berhubungan dan “dicolokkan” pada Motherboard.
Dibawah ini merupakan tips memilih Motherboard yang baik :
  • Carilah Motherboard yang berharga terjangkau & sesuai dengan tujuan penggunaan PC.
Sesuai dengan harganya Motherboard dibagi menjadi 3 segmen, yaitu : Value (terjangkau), Mainstream (menengah) & High End (kelas atas). Tentukan dulu tujuan penggunaan PC, apabila hanya digunakan untuk keperluan standar/administrasi sebaiknya gunakan tipe Value, jika untuk pemakaian home-entertainment bisa menggunakan mainstream dan seterusnya.

  • Tentukan form-design (ukuran) chassis yang ingin digunakan.
Motherboard memiliki dua ukuran, yang disebut ATX dan Micro-ATX. Ini mengacu pada chassis (casing / CPU) yang digunakan. ATX berukuran standar (Tower PC), sedangkan Micro-ATX berukuran lebih kecil (Mini Tower PC). Umumnya Motherboard Value menggunakan form-design Micro-ATX.
  • Pilihlah chipset yang tepat.
Chipset merupakan “jantung” dari Motherboard.Pilihlah chipset dengan teknologi paling akhir, agar dapat menggunakan devices & periferal terbaru. Contohnya : mendukung Processor Intel LGA775, RAM DDR/DDR2, Hard Disk Serial ATA, dsb. Produsen chipset yang umum di Indonesia antara lain : Intel, Via dan SiS.
  • Fasilitas fitur terintegrasi (on-board).
Fasilitas terintegrasi adalah fitur tambahan yang telah disertakan pada Motherboard tersebut, sehingga kita tidak perlu membeli periferal tambahan. Contoh fitur terintegrasi (on-board) antara lain : Grafics Integrated (VGA Card), Audio System, LAN, USB, dsb. Dengan adanya fasilitas ini, maka kita bisa berhemat karena bisa langsung digunakan.
  • Garansi yang memadai & jaminan purna jual yang baik.
Garansi sangat penting untuk menjamin apabila suatu waktu PC kita mengalami masalah (trouble), sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perbaikannya. Carilah merek yang betul-betul memiliki garansi riil dan dapat dipercaya. Saat ini rata-rata Motherboard memiliki garansi 1 – 3 tahun. Garansi juga terkait dengan layanan purna jual, dimana kita membeli devices tambahan atau komplain mengenai produk yang kita. Artinya penting buat kita untuk membeli Motherboard pada dealer yang cukup bonafid.
  • Ketersediaan Driver pendukung.
Driver adalah aplikasi yang berfungsi untuk “memperkenalkan” devices atau periferal yang dipasang pada Motherboard, misalnya VGA Card, Printer, CD ROM dan sebagainya. Tanpa driver, perangkat tersebut tidak dapat berjalanan atau dikenali oleh sistem PC. Pastikan Motherboard telah dilengkapi dengan CD Driver yang up-to-dated sehingga dapat mengenali perangkat terbaru.
  • Kompatibilitas sistem dengan berbagai modul card tambahan.
Maksudnya adalah kesesuaian devices & periferal pada Motherboard agar semua sistem dapat bekerja dengan sesuai. Misalnya, apakah tipe RAM atau VGA Card yang kita gunakan dapat berjalan baik dengan Motherboard tersebut. Kompatibilitas merupakan poin penting, karena jika ada satu perangkat yang tidak cocok berarti PC secara keseluruhan tidak dapat digunakan. Untuk mengetahui kompatibilitas, dapat di cek pada dealer yang menjual atau membaca buku manual (guide book) yang tersedia.
  • Kelengkapan pada Motherboard
Terakhir yang tak kalah penting adalah kelengkapan pada Motherboard. Ketika membeli suatu Motherboard box-packaged haruslah menyertakan CD Driver, Buku Manual (Guide Book), Kabel ATA/SATA/Floppy dan Back-panel (berfungsi untuk pelapis bagian belakang casing sebagai tempat konektor). Item diatas minimal harus ada, karena kita tidak dapat merakit PC tanpanya.

Printer Lambat Untuk Mencetak


Kadang jengkel juga dengan kinerja printer yang lambat ketika mencetak,kita harus menuggu beberapa menit hingga printer tersebut mau mencetak. Pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan dengan cepat,tapi malah menjadi molor hanya karena menuggu kinerja printer yang lambat.Untuk kasus seperti diatas, kemungkinan masalah ada pada antrean file yang akan di cetak. Fole tersebut terletak pada Start > Setting > Printer. Double klik pada nama printer yang anda gunakan, sebuah jendela berjudul printer tersebut akan munculkan daftar antrian pekerjaan. Anda dapat menghapus file-file antrean yang anda rasa sudah tidak terpakai.

Kemungkinan selanjutnya dari kasus “Printer Lambat Mencetak” jika tidak ada antrian tapi proses percetakan tetap memakan waktu lama di karenakan jumlah ruang kosong harddisk yang terlalu kecil. Anda dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Double klik ikon My Computer pada desktop
2. Klik kanan pada hard disk anda, pilih Properties dari menu yang muncul.
3. Dalam kotak dialog Properties , klik tab General, lalu pilih tombol Disk Clean Up
4. Klik tab Disk Clean Up pada kotak dialog Disk Clean Up. Beri tanda pada Temporary Internet Files,Offline Web Pages,Recycle Bin dan Temporary Files di bawah menu Files To Delete. Jika langkah tersebut sudah dilakukan klik OK.
5. Jika ada permintaan untuk konfirmasi penghapusan files,klik OK